Kucing muntah busa sering membuat pemilik merasa panik dan bingung. Kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan ringan maupun masalah serius pada pencernaan. Setiap pemilik kucing perlu memahami gejala yang muncul agar bisa memberikan tindakan yang tepat.
Gejala Kucing Muntah Busa: Kapan Harus Waspada?
Muntah busa pada kucing bukan sekadar gangguan ringan. Gejala ini bisa menjadi sinyal awal dari masalah pencernaan, stres, atau bahkan penyakit kucing yang kronis. Oleh karena itu, penting bagi pemilik untuk mengenali tanda-tanda tambahan agar bisa mengambil langkah yang tepat.
Nafsu Makan Menurun
Kucing yang muntah busa sering kali kehilangan selera makan. Bahkan, mereka bisa menolak makanan meski sebelumnya terlihat lapar. Ini menandakan adanya gangguan pada sistem pencernaan atau produksi asam lambung yang berlebihan. Menurut Alodokter, kondisi ini bisa berkaitan dengan iritasi lambung atau hairball yang mengganggu proses cerna.
Kucing Lesu dan Tidak Aktif
Ketika tubuh tidak nyaman, energi kucing akan menurun drastis. Mereka cenderung tidur lebih lama dan enggan bermain. Maka dari itu, jika kucing terlihat lesu dan tidak aktif, jangan abaikan—bisa jadi tubuhnya sedang berjuang melawan gangguan internal.
Muntah Berulang Kali
Jika muntah busa terjadi lebih dari sekali dalam sehari, ini bukan hal sepele. Frekuensi tinggi bisa menandakan masalah serius seperti gastritis atau infeksi saluran cerna. Selain itu, muntah berulang dapat menyebabkan dehidrasi dan penurunan elektrolit. Hello Sehat menyarankan pemberian makanan kecil tapi sering sebagai pertolongan pertama.
Perubahan Berat Badan
Kucing yang sering muntah bisa kehilangan berat badan secara bertahap. Hal ini terjadi karena nutrisi tidak terserap dengan baik. Bahkan, dalam beberapa kasus, ini menjadi tanda awal penyakit kronis seperti radang usus atau pankreatitis.
Gejala Kucing Muntah Busa: Perilaku Gelisah
Terakhir, beberapa kucing menunjukkan perilaku gelisah saat merasa tidak nyaman. Mereka bisa mengeong terus-menerus, berpindah tempat, atau mencari posisi tidur yang tidak biasa. Gejala ini, meski terlihat sepele, bisa menjadi indikator bahwa tubuhnya sedang mengalami tekanan atau rasa sakit.

Penyebab Kucing Muntah Busa
Penyebab kenapa kucing muntah busa, bisa tampak ringan, tapi sering kali menjadi sinyal awal dari gangguan pencernaan atau penyakit sistemik. Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa menentukan apakah cukup ditangani di rumah atau perlu konsultasi ke dokter hewan.
Menelan Hairball (Gumpalan Bulu)
Kucing yang rajin menjilati tubuhnya akan menelan bulu yang bisa menggumpal di lambung. Ketika tubuh mencoba mengeluarkannya, kucing bisa muntah busa putih. Menurut Cats.com, hairball adalah salah satu penyebab umum muntah busa, terutama pada kucing berbulu panjang dan aktif grooming.
Terlambat Makan atau Perut Kosong
Ketika kucing tidak makan dalam waktu lama, asam lambung menumpuk dan mengiritasi lambung. Akibatnya, kucing bisa muntah busa putih meski tidak makan apa pun sebelumnya. PetsRadar menjelaskan bahwa muntah busa putih sering terjadi saat perut kosong, karena cairan lambung bercampur dengan lendir membentuk busa.
Penyebab Kucing Muntah Busa: Iritasi Lambung atau Radang Usus
Makanan yang tidak cocok, infeksi, atau kebiasaan mengunyah benda asing bisa menyebabkan iritasi saluran cerna. Gejalanya meliputi muntah busa, diare, dan penurunan nafsu makan. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi penyakit seperti IBD (Inflammatory Bowel Disease) atau gastritis kronis.
Stres atau Perubahan Lingkungan
Kucing sangat peka terhadap perubahan. Pindah rumah, kehadiran hewan baru, atau perubahan rutinitas bisa memicu stres. Dalam beberapa kasus, stres ini memengaruhi sistem pencernaan dan menyebabkan muntah busa. Artikel The Spruce Pets menyebutkan bahwa stres lingkungan adalah salah satu pemicu muntah berulang yang sering diabaikan.
Penyakit Pankreas atau Gangguan Organ Dalam
Selain di atas, muntah busa bisa menjadi tanda adanya gangguan serius seperti pankreatitis, penyakit hati, atau gangguan ginjal. Gejala tambahan biasanya berupa lemas, tidak mau makan, dan muntah berulang. Kondisi ini memerlukan pemeriksaan medis karena bisa berdampak sistemik dan progresif.

Cara Mengobati Kucing Muntah Busa
Muntah busa putih pada kucing bisa jadi tanda gangguan ringan atau masalah serius. Mengetahui cara penanganan yang tepat akan membantu mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi. Beberapa langkah bisa dilakukan di rumah, namun tetap penting mengenali kapan harus melibatkan dokter hewan.
Atasi Perut Kosong atau Gangguan Pencernaan Ringan
Memberikan makanan kucing dalam porsi kecil namun sering dapat membantu menenangkan lambung yang kosong. Pilih makanan rendah lemak dan mudah dicerna seperti wet food khusus sensitive digestion. Menurut The Spruce Pets, jadwal makan teratur sangat penting untuk mencegah penumpukan asam lambung yang memicu muntah busa.
Atasi Kucing Muntah Busa Sebab Hairball (Gumpalan Bulu)
Hairball remedy berbasis malt atau petroleum jelly bisa membantu melunakkan gumpalan bulu agar mudah dikeluarkan. Alternatif alami seperti minyak zaitun atau labu kukus juga efektif. Selain itu, penyikatan bulu secara rutin akan mengurangi risiko terbentuknya hairball. Cats.com menyebutkan bahwa hairball adalah salah satu penyebab umum muntah busa, terutama pada kucing berbulu panjang.
Radang Lambung atau Infeksi Ringan
Jika muntah disertai diare, darah, atau empedu kuning, kemungkinan besar ada iritasi atau infeksi ringan. Dokter hewan bisa meresepkan antibiotik ringan, anti-mual, atau suplemen lambung khusus hewan. Jangan tunggu gejala memburuk—penanganan dini akan mencegah kondisi berkembang menjadi kronis.
Jangan Beri Obat Manusia
Beberapa obat manusia seperti paracetamol, antasida, atau obat maag bisa sangat beracun bagi kucing. Hindari pemberian obat tanpa konsultasi. Bahkan dosis kecil bisa menyebabkan kerusakan hati atau ginjal. Selalu gunakan obat yang direkomendasikan oleh dokter hewan.
Konsultasi Dokter
Jika muntah busa terjadi berulang atau disertai gejala lain seperti lemas dan tidak mau makan, segera konsultasikan ke dokter hewan. Pemeriksaan menyeluruh akan membantu menemukan penyebab pasti dan menentukan terapi yang sesuai. Langkah ini penting untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan kucing Anda.
Tanda-tanda Harus Segera Konsultasi ke Dokter
Kucing muntah busa putih tidak selalu bisa pulih hanya dengan perawatan rumah. Ada tanda-tanda yang menunjukkan kondisi serius dan perlu pemeriksaan lebih lanjut. Memahami tanda ini akan membantu pemilik bertindak lebih cepat. Berikut di antara tanda yang harus menjadi perhatian dan harus segera membawa anabul ke dokter, yaitu:
- Muntah busa berulang dalam sehari.
- Kucing tidak mau makan lebih dari 24 jam.
- Nafas terlihat cepat atau sulit.
- Muntah disertai darah atau empedu kuning.
- Berat badan menurun drastis.
- Kucing terlihat sangat lemas dan tidak responsif.
- Diare disertai muntah busa.
- Kucing terlihat terus-menerus mengeong kesakitan.
- Suhu tubuh terasa panas atau terlalu dingin.
- Kondisi tidak membaik meski sudah diberikan perawatan ringan.
Kesehatan kucing adalah tanggung jawab besar bagi setiap pemilik. Memahami gejala, penyebab, dan cara mengobati kucing muntah busa akan membantu Anda menjaga mereka tetap sehat. Jika diperlukan, jangan ragu membawa kucing ke dokter hewan untuk penanganan cepat. Pastikan perawatan dan kebersihan kucing lebih maksimal dengan layanan grooming dari Faunafella.