Kucing sakit mencret sering membuat pemilik khawatir karena kondisi ini bisa memengaruhi kesehatan mereka secara serius. Masalah pencernaan yang dibiarkan terlalu lama berisiko menurunkan daya tahan tubuh kucing. Oleh sebab itu, pemilik perlu memahami tanda-tandanya sejak awal.
Gejala Kucing Sakit Mencret yang Perlu Anda Waspadai
Mencret pada kucing bukan sekadar gangguan pencernaan ringan. Jika tidak ditangani sejak awal, kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan, dan bahkan komplikasi serius.
Seperti dijelaskan dalam Preventive Vet, gejala diare yang disertai lemas, muntah, atau hilangnya nafsu makan harus segera ditindaklanjuti. Untuk lebih jelasnya tentang ciri ciri kucing sakit mencret, berikut penjelasan lengkapnya:
Feses Lebih Cair
Feses kucing berubah menjadi lebih cair, kadang disertai warna yang tidak biasa seperti kuning atau kehijauan. Bau yang menyengat juga sering muncul, menandakan adanya gangguan pada sistem pencernaan. Jika kondisi ini berlangsung lebih dari 24 jam, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Nafsu Makan Menurun
Kucing yang biasanya lahap bisa tiba-tiba kehilangan minat makan, bahkan terhadap makanan favoritnya. Penurunan nafsu makan ini sering menjadi tanda awal bahwa tubuhnya sedang tidak fit. Jika disertai diare, kemungkinan besar ada infeksi atau iritasi saluran cerna.
Gejala Kucing Sakit Mencret: Tubuh Lemas
Kucing yang sakit mencret cenderung lebih banyak tidur dan enggan bergerak. Energi mereka menurun drastis karena tubuh kehilangan cairan dan elektrolit. Perilaku ini bisa menjadi indikator bahwa kondisi sudah cukup serius dan perlu penanganan.
Berat Badan Turun
Jika diare berlangsung beberapa hari, berat badan kucing bisa turun secara signifikan. Penurunan ini menunjukkan bahwa tubuh tidak mampu menyerap nutrisi dengan baik. Menurut Cats.com, kehilangan berat badan akibat diare adalah salah satu gejala yang harus segera ditangani untuk mencegah komplikasi.
Perubahan Suara atau Perilaku
Kucing yang merasa tidak nyaman sering mengeong lebih sering atau dengan nada berbeda. Mereka juga bisa menjadi lebih rewel, gelisah, atau justru menghindar dari sentuhan. Perubahan perilaku ini adalah sinyal bahwa kucing sedang mengalami gangguan fisik yang perlu diperhatikan.

Penyebab Kucing Sakit Mencret yang Perlu Diwaspadai
Diare pada kucing bisa muncul tiba-tiba atau berlangsung lama, tergantung penyebabnya. Dari makanan baru hingga infeksi serius, setiap faktor memerlukan penanganan berbeda. Menurut PetMD, mengenali penyebab diare sejak awal sangat penting agar tidak berujung pada dehidrasi atau gangguan kesehatan yang lebih berat.
Perubahan Pola Makan
Memberikan makanan baru secara mendadak tanpa proses transisi bisa mengganggu sistem pencernaan kucing. Usus mereka membutuhkan waktu untuk mengenali dan menyesuaikan diri dengan komposisi makanan baru. Idealnya, transisi dilakukan secara bertahap selama 7 hari untuk menghindari gangguan seperti diare.
Infeksi Bakteri atau Virus
Bakteri seperti E. coli atau virus seperti panleukopenia dapat menyerang saluran cerna kucing. Infeksi ini biasanya ditandai dengan diare yang berlangsung lebih dari dua hari, kadang disertai muntah atau demam. Dalam kasus seperti ini, pengobatan dari dokter hewan sangat diperlukan.
Penyebab Kucing Sakit Mencret: Parasit Usus
Cacing seperti hookworm atau protozoa seperti Giardia bisa menjadi penyebab utama diare kronis. Kucing yang terinfeksi biasanya tampak lebih kurus dan lemas karena kehilangan nutrisi. Cats.com menyebutkan bahwa parasit adalah salah satu penyebab paling umum diare pada anak kucing dan kucing yang belum divaksinasi.
Stres atau Perubahan Lingkungan
Kucing sangat sensitif terhadap perubahan, seperti pindah rumah, bertemu hewan baru, atau perubahan rutinitas. Stres ini bisa memicu gangguan pada sistem pencernaan, termasuk diare. Meski terlihat sepele, stres psikologis bisa berdampak besar pada kesehatan kucing.
Penyebab Gejala Kucing Sakit Mencret: Konsumsi Susu Sapi
Meski terlihat alami, susu sapi sebenarnya sulit dicerna oleh sebagian besar kucing dewasa. Kandungan laktosa yang tinggi bisa menyebabkan fermentasi di usus dan memicu diare. Sebaiknya berikan susu khusus kucing yang bebas laktosa dan diformulasikan untuk sistem pencernaan mereka.

5 Cara Mengobati Kucing Sakit Mencret di Rumah
Diare pada kucing bisa ditangani dengan langkah sederhana sebelum memerlukan bantuan dokter hewan. Penanganan awal sangat penting untuk mencegah dehidrasi dan komplikasi serius.
Menurut The Vets, perubahan pola makan dan pemberian probiotik adalah dua metode efektif yang bisa dilakukan di rumah untuk meredakan gejala. Berikut di antara cara mengobati kucing sakit mencret yang bisa Anda coba:
1. Ubah Pola Makan Sementara
Saat kucing mengalami diare, berikan makanan yang hambar dan mudah dicerna seperti nasi putih atau tempe rebus. Hindari makanan berlemak, berbumbu, atau susu sapi karena bisa memperparah kondisi usus. Pola makan sementara ini membantu meredakan iritasi dan memberi waktu bagi sistem pencernaan untuk pulih.
2. Berikan Oralit Khusus Hewan
Untuk mencegah dehidrasi, larutan gula dan garam bisa digunakan sebagai alternatif oralit darurat. Namun, oralit khusus hewan yang tersedia di pet shop lebih ideal karena sudah diformulasikan sesuai kebutuhan kucing. Preventive Vet menyarankan agar cairan tetap tersedia sepanjang hari, terutama jika diare berlangsung lebih dari 24 jam.
3. Beri Yoghurt Plain (Tanpa Gula)
Yoghurt tanpa gula mengandung probiotik alami yang membantu menyeimbangkan bakteri baik di usus. Berikan dalam jumlah kecil dan pantau reaksi kucing setelah konsumsi. Probiotik terbukti membantu mempercepat pemulihan saluran cerna yang terganggu.
4. Jaga Kebersihan Lingkungan dan Kucing
Lingkungan yang bersih sangat penting untuk mencegah infeksi tambahan. Bersihkan kandang, litter box, dan wadah makan setiap hari menggunakan disinfektan ringan yang aman untuk hewan. Kebersihan juga membantu mengurangi stres dan mempercepat pemulihan.
5. Puasa Makan Selama 12–24 Jam (Jika Perlu)
Pada kucing dewasa yang sehat, puasa makan selama 12–24 jam bisa membantu meredakan iritasi usus. Namun, air bersih harus tetap tersedia agar tubuh tidak kekurangan cairan. Jika kondisi tidak membaik setelah puasa, segera konsultasikan ke dokter hewan.
Kucing Sakit Mencret: Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun beberapa cara bisa dilakukan di rumah, ada kondisi tertentu yang memerlukan bantuan dokter hewan. Grooming rutin juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan menyeluruh. Berikut di antara ciri ciri kucing sakit mencret yang mengharuskan Anda membawanya ke dokter:
- Kucing terus mencret lebih dari tiga hari meskipun sudah diberi perawatan.
- Kondisi tubuh terlihat semakin lemah dan tidak bertenaga.
- Mencret disertai muntah berulang dan tubuh gemetar.
- Ada darah dalam feses atau warnanya sangat gelap.
- Nafsu makan hilang total lebih dari satu hari.
- Dehidrasi terlihat jelas pada kulit dan gusi kucing.
- Berat badan turun secara drastis dalam waktu singkat.
- Perut kucing tampak kembung atau terasa sakit saat disentuh.
- Kucing menunjukkan tanda depresi atau stres berat.
- Gejala tidak membaik meskipun sudah diberi makanan khusus.
Kucing sakit mencret tidak boleh dianggap remeh karena bisa berdampak serius pada kesehatannya. Pemilik perlu mengenali gejala, memahami penyebab, dan mengetahui cara mengatasinya. Untuk menjaga kesehatan, lakukan perawatan kebersihan dan grooming secara rutin. Anda juga bisa menggunakan jasa grooming dari Faunafella agar kucing tetap sehat dan nyaman.