Bulu kucing rontok sering membuat pemilik khawatir karena bisa mengganggu kesehatan dan kenyamanan hewan peliharaan. Kondisi ini dapat dipicu oleh banyak faktor, mulai dari lingkungan, pola makan, hingga masalah kesehatan serius. Oleh karena itu, pemilik perlu mengenali tanda-tanda awal agar bisa segera melakukan tindakan tepat.
Gejala Bulu Kucing Rontok yang Perlu Diwaspadai
Kerontokan bulu pada kucing bisa terjadi secara bertahap atau mendadak, tergantung penyebabnya. Beberapa gejala terlihat jelas, sementara yang lain hanya tampak jika diperhatikan dengan seksama. Menurut Cats.com, gejala seperti bercak botak, kulit mengelupas, dan bulu mudah tercabut bisa menjadi tanda awal alopecia atau gangguan kulit serius.
Bulu Terlihat Menipis
Penipisan bulu biasanya terjadi di area punggung, leher, atau ekor. Awalnya tampak samar, tetapi jika tidak ditangani, bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Penipisan ini bisa disebabkan oleh stres, alergi, atau infeksi kulit yang memengaruhi folikel rambut.
Adanya Kulit Mengelupas
Kulit kering dan mengelupas sering menyertai kerontokan bulu. Kucing akan terlihat sering menggaruk atau menjilati area tersebut karena merasa gatal atau tidak nyaman. Merck Veterinary Manual menyebutkan bahwa kondisi ini bisa menjadi gejala awal dermatitis atau infeksi jamur.
Gejala Bulu Kucing Rontok: Bulu Mudah Tercabut
Jika bulu kucing mudah tercabut saat disentuh atau saat mereka grooming, itu pertanda ada gangguan pada akar rambut. Kerontokan seperti ini bisa disebabkan oleh parasit, alergi, atau gangguan hormonal. Pemilik perlu waspada jika bulu tercabut dalam jumlah banyak dalam waktu singkat.
Muncul Bercak Botak
Bercak botak di tubuh kucing bisa menandakan adanya infeksi jamur seperti ringworm atau reaksi alergi. Selain mengganggu penampilan, kondisi ini bisa menular ke hewan lain atau manusia. Pemeriksaan dokter hewan sangat disarankan jika bercak botak terus bertambah luas.
Perubahan Perilaku
Kucing yang mengalami kerontokan bulu sering menjilati tubuhnya secara berlebihan. Kebiasaan ini justru memperparah kondisi karena bisa menyebabkan luka atau iritasi tambahan. Mereka juga bisa menjadi lebih gelisah, sensitif, atau menghindari interaksi sosial.

Penyebab Bulu Kucing Rontok yang Perlu Diidentifikasi
Kenapa bulu kucing rontok? Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi medis hingga lingkungan. Mengenali penyebabnya sejak dini membantu pemilik menentukan langkah perawatan yang tepat. Menurut Merck Vet Manual, penyebab umum alopecia pada kucing meliputi alergi, parasit, stres, dan gangguan hormonal.
Infeksi Parasit
Parasit seperti tungau, kutu, atau cacing kulit bisa menyebabkan gatal hebat dan kerontokan bulu. Kucing akan sering menggaruk atau menjilati area yang terinfeksi, memperparah kondisi kulit. Cats.com menjelaskan bahwa infestasi parasit adalah salah satu penyebab paling umum kerontokan bulu, terutama pada kucing yang sering berada di luar rumah.
Alergi Makanan atau Lingkungan
Kucing bisa mengalami reaksi alergi terhadap bahan makanan tertentu, debu, serbuk sari, atau bahan kimia rumah tangga. Gejalanya termasuk gatal, kulit merah, dan kerontokan bulu di area tertentu. Alergi ini sering kali sulit dikenali tanpa tes khusus, sehingga konsultasi dengan dokter hewan sangat disarankan.
Stres atau Gangguan Psikologis
Kucing yang mengalami stres akibat perubahan lingkungan, rutinitas, atau interaksi sosial bisa menunjukkan gejala kerontokan bulu. Mereka cenderung menjilati tubuh secara berlebihan sebagai respons terhadap kecemasan. Kondisi ini dikenal sebagai psychogenic alopecia dan memerlukan pendekatan perilaku serta lingkungan yang lebih tenang.
Penyebab Bulu Kucing Rontok: Gangguan Hormonal
Masalah pada kelenjar tiroid atau adrenal bisa memengaruhi pertumbuhan bulu dan menyebabkan kerontokan. Biasanya disertai gejala lain seperti penurunan berat badan, perubahan nafsu makan, atau lesu. Pemeriksaan darah diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan terapi yang sesuai.
Infeksi Jamur atau Bakteri
Infeksi kulit akibat jamur seperti ringworm atau bakteri bisa menyebabkan bercak botak dan kulit bersisik. Kucing yang terinfeksi sering kali menunjukkan rasa tidak nyaman dan menghindari sentuhan. Pengobatan memerlukan antifungal atau antibiotik sesuai hasil pemeriksaan laboratorium.

5 Cara Mengobati Bulu Kucing Rontok Secara Aman dan Efektif
Setiap kucing memiliki kondisi yang berbeda, sehingga cara mengatasi bulu kucing rontok pun harus disesuaikan. Menurut Catster dan Cats.com, kombinasi antara nutrisi, grooming, dan konsultasi medis adalah pendekatan paling efektif untuk mengatasi alopecia pada kucing.
1. Perbaiki Pola Makan
Makanan bergizi adalah fondasi utama untuk kesehatan kulit dan bulu. Pastikan kucing mendapatkan protein berkualitas tinggi, vitamin A dan E, serta asam lemak esensial. Nutrisi yang lengkap membantu memperkuat folikel rambut dan mengurangi risiko kerontokan berlebihan.
2. Rutin Menyisir Bulu
Menyisir bulu secara rutin membantu mengangkat bulu mati dan menjaga kebersihan kulit. Selain itu, aktivitas ini merangsang sirkulasi darah yang penting untuk pertumbuhan bulu baru. Menyisir juga memperkuat ikatan antara pemilik dan kucing, sekaligus memudahkan deteksi dini masalah kulit.
3. Perhatikan Kebersihan Lingkungan
Lingkungan yang kotor bisa memicu alergi, infeksi jamur, atau infestasi parasit. Bersihkan kandang, litter box, dan area bermain secara rutin menggunakan disinfektan yang aman untuk hewan. Kebersihan yang terjaga membantu mencegah penyebaran penyakit kulit yang menyebabkan kerontokan.
4. Cara Obati Bulu Kucing Rontok: Konsumsi Suplemen
Beberapa kucing membutuhkan suplemen tambahan untuk mendukung kesehatan bulu dan kulit. Omega-3, biotin, dan zinc adalah nutrisi yang terbukti membantu mengurangi kerontokan dan memperbaiki tekstur bulu. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter hewan sebelum pemberian agar dosis sesuai kebutuhan.
5. Konsultasi dengan Dokter Hewan
Jika kerontokan bulu berlangsung lama atau disertai gejala lain seperti kulit merah, gatal, atau bercak botak, segera konsultasikan ke dokter hewan. Pemeriksaan medis dapat mengidentifikasi penyebab utama seperti alergi, parasit, atau gangguan hormonal. Dokter akan memberikan terapi atau obat sesuai kondisi spesifik kucing Anda.
Tanda Bulu Kucing Rontok yang Harus ke Dokter
Perawatan di rumah tidak selalu cukup, terutama jika kerontokan semakin parah. Grooming rutin juga penting untuk mendeteksi kondisi sejak awal dan mencegah kondisi yang lebih parah. Berikut tanda-tanda kapan kucing perlu segera diperiksa.
- Bulu rontok disertai bercak botak luas.
- Kulit terlihat memerah dan menimbulkan luka.
- Kucing sering menggaruk hingga menimbulkan luka baru.
- Bulu rontok disertai bau tidak sedap pada kulit.
- Kucing tampak lesu dan tidak aktif bermain.
- Muncul cairan atau nanah pada area kulit tertentu.
- Kerontokan terjadi tiba-tiba dalam jumlah besar.
- Suhu tubuh kucing terasa lebih tinggi dari biasanya.
- Nafsu makan menurun bersamaan dengan kerontokan.
- Bulu kucing tetap rontok meski sudah dirawat intensif.
Bulu kucing rontok bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan maupun proses alami. Oleh karena itu, penting mengenali gejala sejak awal agar penanganan lebih cepat. Grooming rutin dari tim profesional Faunaella dapat membantu mengurangi dan mencegah kerontokan bulu kucing. Anda bisa memanfaatkan jasa grooming panggilan dari Faunafella ini dengan harga yang terjangkau dan tentu saja tanpa ribet.