Kucing mengeong terus sering membuat pemilik kebingungan dan khawatir. Suara yang berulang bisa menandakan banyak hal, mulai dari lapar, stres, hingga masalah kesehatan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai penyebab ilmiah sangat penting agar tidak salah langkah.
Gejala Kucing Mengeong Terus yang Perlu Diperhatikan
Mengeong adalah bentuk komunikasi utama kucing kepada manusia. Namun, jika frekuensinya meningkat secara signifikan, bisa jadi ada sesuatu yang sedang mereka coba sampaikan. Dalam Cats.com dijelaskan bahwa meowing berlebihan bisa menandakan stres, rasa sakit, atau kebutuhan yang belum terpenuhi.
Mengeong dengan Suara Tinggi
Kucing yang mengeong dengan nada tinggi biasanya sedang merasa gelisah, lapar, atau ingin perhatian. Perubahan nada ini bisa menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak biasa. Pemilik sebaiknya mencatat kapan dan dalam konteks apa suara tersebut muncul untuk memahami pola komunikasinya.
Kucing Mengeong Terus di Malam Hari
Mengeong yang terjadi di malam hari sering dikaitkan dengan rasa kesepian atau gangguan ritme tidur. Kucing bisa merasa bosan atau bingung, terutama jika mereka tidak memiliki aktivitas sebelum tidur. Menurut The Pet Vet, meowing malam hari juga bisa menjadi tanda awal dari gangguan kognitif pada kucing senior.
Mengeong saat Bertemu Orang
Kucing yang mengeong saat pemilik pulang atau saat bertemu orang baru biasanya sedang mengekspresikan rasa senang dan ingin diperhatikan. Ini adalah bentuk sapaan yang umum, terutama pada kucing yang sudah terbiasa berinteraksi sosial. Nada suara dan gerakan tubuh bisa membantu membedakan antara sapaan ramah dan permintaan khusus.
Mengeong Disertai Gelisah
Jika kucing mengeong sambil mondar-mandir atau menunjukkan perilaku gelisah, kemungkinan besar mereka sedang stres atau terganggu oleh sesuatu. Lingkungan yang bising, perubahan rutinitas, atau kehadiran hewan lain bisa menjadi pemicunya. Pemilik perlu menciptakan suasana yang tenang agar kucing merasa lebih aman.
Kucing Mengeong Terus saat Menatap Pintu
Kucing yang mengeong sambil menatap pintu biasanya ingin keluar atau masuk ke ruangan tertentu. Ini adalah bentuk komunikasi langsung untuk meminta akses atau kebebasan bergerak. Jika perilaku ini terjadi berulang, pemilik bisa mempertimbangkan solusi seperti akses pintu khusus atau rutinitas keluar yang terjadwal.

Penyebab Kucing Mengeong Terus Secara Ilmiah
Secara ilmiah, perilaku vokal kucing memiliki dasar biologis dan psikologis yang kuat. Kenapa kucing mengeong terus bukan sekadar kebiasaan, melainkan bentuk komunikasi kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, mari kita telaah lebih dalam penyebabnya.
Rasa Lapar
Kucing sering mengeong saat merasa lapar. Ini bukan sekadar kebetulan—penelitian menunjukkan bahwa vokalisasi adalah cara utama mereka meminta makanan. Bahkan, VerveCat menjelaskan bahwa meowing yang konsisten sering terjadi menjelang waktu makan sebagai bentuk ekspresi kebutuhan dasar.
Kucing Mengeong Terus Karena Siklus Birahi
Saat memasuki masa birahi, kucing menjadi lebih vokal. Hal ini dipicu oleh lonjakan hormon reproduksi yang mendorong mereka mencari pasangan. Selain itu, suara keras yang mereka keluarkan berfungsi sebagai sinyal biologis untuk menarik perhatian lawan jenis.
Kondisi Sakit
Kenapa anak kucing mengeong terus? Hal ini bisa menjadi tanda bahwa kucing sedang sakit. Misalnya, infeksi saluran kemih atau gangguan pencernaan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang mendorong vokalisasi. Sementara itu, Cats.com menguraikan bahwa rasa sakit, stres, dan bahkan gangguan pendengaran bisa memicu meowing berlebihan.
Faktor Stres
Stres sangat memengaruhi perilaku vokal kucing. Perubahan lingkungan seperti pindah rumah, kedatangan hewan baru, atau kehilangan pemilik bisa memicu rasa cemas. Suara mengeong panjang sering muncul sebagai respons terhadap ketidaknyamanan emosional.
Kucing Mengeong Terus Karena Usia dan Proses Menua
Terakhir, kucing yang menua cenderung lebih sering bersuara. Penurunan kognitif seperti disorientasi atau demensia ringan membuat mereka kebingungan dan lebih vokal.
Fenomena ini umum terjadi pada kucing senior dan perlu perhatian khusus dari pemilik. Kondisi ini dikenal sebagai cognitive dysfunction dan umum terjadi pada kucing di atas usia 10 tahun.

Cara Mengatasi Kucing Mengeong Terus
Mengatasi kebiasaan kucing yang terus mengeong memerlukan pemahaman menyeluruh terhadap kondisi fisik dan emosional mereka. Dengan pendekatan yang tepat, kucing bisa merasa lebih rileks dan perilaku vokal pun berkurang. Berikut beberapa cara yang terbukti efektif secara ilmiah dan praktis.
Memberi Makan Teratur
Pemberian makanan kucing sesuai jadwal membantu menenangkan kucing. Rutinitas ini mengurangi rasa lapar yang menjadi pemicu utama vokalisasi. Selain itu, jadwal makan yang konsisten memberi rasa aman dan stabil bagi kucing, seperti dijelaskan dalam Vet Explains Pets tentang meowing karena kebutuhan dasar.
Menyediakan Mainan
Mainan interaktif berfungsi sebagai pengalihan perhatian dari kebiasaan mengeong. Aktivitas bermain merangsang mental dan fisik kucing, sehingga energi berlebih tersalurkan dengan baik. Sementara itu, Catster menyarankan enrichment sebagai strategi utama untuk mengurangi vokalisasi berlebihan.
Membuat Lingkungan Nyaman
Kucing sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Suasana rumah yang tenang dan stabil membantu mereka merasa aman dan tidak terlalu vokal. Menyediakan tempat tidur lembut, area bermain, dan ruang pribadi bisa menjadi solusi sederhana namun efektif.
Memberi Perhatian Secukupnya
Kucing sering mengeong sebagai bentuk permintaan perhatian. Interaksi seperti membelai, bermain bersama, atau sekadar menemani mereka bisa membuat kucing lebih tenang. Selain itu, anak kucing khususnya sangat membutuhkan interaksi sosial untuk merasa aman.
Rutin Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting. Beberapa kondisi medis seperti nyeri atau gangguan hormonal bisa memicu meowing berlebihan. Dengan deteksi dini, pemilik bisa mengambil langkah tepat dan mengurangi stres pada kucing.
Menghindari Pemicu Stres
Kucing sangat peka terhadap perubahan lingkungan dan rutinitas. Menghindari pemicu stres seperti suara bising, aroma asing, atau kehadiran hewan baru bisa membantu mengurangi vokalisasi. PetMD menyebutkan bahwa stres adalah salah satu penyebab utama meowing berlebihan, terutama pada kucing indoor yang kurang stimulasi.
Pertimbangan untuk ke Dokter Saat Kucing Mengeong Terus
Pemeriksaan dokter kadang menjadi pilihan terbaik. Apalagi jika suara mengeong tidak berhenti meskipun kebutuhan dasar sudah terpenuhi. Grooming juga dapat membantu membuat kucing lebih rileks.
- Dokter bisa mengevaluasi kesehatan organ dalam dengan cepat.
- Pemeriksaan rutin membantu mencegah masalah serius lebih awal.
- Konsultasi memastikan pemilik tahu cara terbaik menangani kucing.
- Grooming profesional membantu mengurangi stres berlebih pada kucing.
- Dokter dapat memberikan obat yang sesuai dengan kondisi.
- Pemeriksaan fisik mengurangi risiko salah diagnosis.
- Kucing lebih rileks setelah grooming dilakukan dengan benar.
- Tim ahli dapat memberikan rekomendasi perawatan lanjutan.
- Kucing dengan riwayat penyakit butuh perhatian khusus dari dokter.
- Grooming yang tepat meningkatkan kualitas hidup kucing.
Kucing mengeong terus bukanlah hal sepele dan perlu perhatian khusus. Setiap pemilik sebaiknya memperhatikan gejala, penyebab, serta cara penanganannya. Jangan abaikan tanda-tanda ilmiah yang muncul pada perilaku kucing. Tim Faunafella siap menjadi partner Anda untuk berkonsultasi seputar kucing. Jasa grooming Faunafella juga dapat membantu membuat kucing lebih tenang dan bahagia.